Dunia Lain – Rangga S.

Posted on April 10, 2008. Filed under: Blogger, Cahaya Maya, Internet, Pemblokiran oleh Pemerintah | Tags: , , |

Saya masih ingat pertama kali saya berkenalan dengan dunia internet. Waktu itu sekitar tahun 1997 kalau tidak salah. Yah, memang sih, saya sedikit telat. Sementara yang lain sudah asyik chatting di mIRC, saya masih terkagum-kagum dengan banyaknya situs berlabel “sex” di mesin pencari Yahoo. Saya menggunakan media internet dulu untuk mencari lirik lagu, berita-berita dari Indonesia dan juga chatting menggunakan situs bernama Alamak. Pokoknya saya dulu benar-benar gaptek deh. Oh, dan pada saat itu saya akhirnya mempunyai alamat email memakai jasa Hotmail. Rasanya dulu keren banget punya benda itu; hal yang sekarang sudah menjadi sangat umum.

Setelah saya kembali ke Indonesia, saya sempat vakum berinternetan sekitar dua sampai tiga tahun. Alasannya sederhana: saya tidak mempunyai akses di rumah. Tapi ya sudah lah, wong saya tidak butuh-butuh amat.

Suatu hari saya berjalan-jalan ke sebuah pertokoan di seberang tempat tinggal saya. Ternyata ada sebuah warnet yang pada saat itu cukup cepat koneksinya. Murah lagi. Akhirnya saya pun mulai kembali mengunjungi dunia maya itu. Saya mulai menelusuri setiap pojokannya. Kalau internet adalah sebuah kota, maka saya sudah jalan-jalan dari daerah glamornya sampai ke red light district-nya, hehehe.

Nah, tahun 2002 akhir, saya mulai bekerja di sebuah biro periklanan kecil. Di situ saya mendapat akses tak terbatas ke internet, mau men-download, mau browsing, mau ngeliat hal-hal “seru”, no problemo lah. Terserah. Seperti yang saya bilang di salah satu tulisan saya dulu, pada saat itu lah saya mulai menulis blog.

Sebuah revolusi ternyata sedang terjadi di masa itu. Sebuah gaya berinternet baru sedang muncul, perlahan pada awalnya tapi bak virus ganas, penyebarannya meluas dengan cepat.

Blog adalah hal yang sangat luar biasa buat saya. Pada awal-awal saya berinternet, yang saya lakukan hanyalah menerima konten yang dibuat orang lain, baik individual maupun secara korporat. Tidak terbesit di kepala saya bahwa saya pun bisa mengkontribusikan sesuatu ke dalam dunia itu. Saya hanyalah seorang turis di dalamnya. Hanya boleh melihat, tapi tidak bisa mengubah.

Dengan adanya blog, kita sebagai pengguna diberikan kesempatan untuk memberikan sesuatu ke dunia. Apalagi didukung dengan adanya aplikasi-aplikasi yang sangat sederhana dari berbagai penyedia. Dunia internet menjadi sebuah dunia dimana elitisme sudah tidak ada lagi. Semua orang sama. Hidup sosialisme!

Tapi semua kebebasan ada harganya. Seperti halnya hidup, selalu ada yang baik dan selalu ada yang jahat. Di sebuah dunia yang kebebasannya bisa dibilang mutlak, kedua sisi itu akan selalu ada. Internet adalah lebih dari sebuah tempat, dia juga adalah sebuah alat dan sebagaimana layaknya sebuah alat, dia bisa digunakan dengan tujuan yang baik ataupun sebaliknya.

Sebuah pena bisa dipakai untuk menulis dan juga bisa dipakai untuk membunuh –ditancapkan ke bola mata, misalnya-.

Tapi bukan berarti kita harus memberikan label alat pembunuh ke sebuah pena, bukan?

Seseorang baru-baru ini mengatakan bahwa para blogger adalah, singkatnya, penjahat. Mereka tidak ada bedanya dengan hacker-hacker yang jahat, suka merusak, suka mencuri dan tidak rajin menabung. Saya sendiri terus terang sempat terpana membaca beritanya. Masalahnya orang ini sudah ditetapkan –entah oleh siapa- menjadi pakar di bidang ini. Saya sebenarnya tidak suka berprasangka buruk, tapi dalam kasus ini, kok saya jadi sangat antipati ya. Saya pernah mengatakan, benci itu butuh alasan. Nah, saya menemukan alasan untuk tidak suka orang ini. Apalagi dia mulai menyebutkan nama tanpa bukti sedikit pun. Kalau tidak salah ada istilah untuk perbuatan ini.

Oh iya. Fitnah.

Memang ada blog yang isinya tidak benar, tapi bukan berarti semuanya seperti itu. Sebelum dia berkomentar, apakah dia sudah menjelajahi semua blog indonesia dan setelah dianalisa, oh memang ternyata 90% blog indonesia itu sampah, ergo semua blogger indonesia adalah penjahat?

Saya akhirnya hanya bisa tertawa sendiri.

Tapi akhirnya saya merasa sedih. Menurut saya, kemajuan negara ini bergantung ke internet sebagai sebuah medium pertukaran pengetahuan karena masing-masing daerah saling terpisah secara geografis. Saya pernah berdiskusi dengan sahabat saya mengenai kemajuan Eropa yang melampaui Cina. Secara teknologi, Cina telah maju jauh sebelum Eropa, tapi mengapa pada akhirnya, kemajuan itu tersendat. Satu-satunya “teori” yang bisa kami temukan adalah secara kultural, Eropa jauh lebih bervariasi dan lancarnya perputaran informasi antar negara memfasilitasi kemajuan itu –terjadi kemungkinan besar di jaman Renaissance-.

Indonesia memerlukan itu untuk bisa maju. Internet adalah salah satu cara yang paling efisien dan efektif untuk melakukan pertukaran itu. Ketika internet mendapatkan publikasi negatif, para calon pengguna akan berpikir dua kali untuk menggunakannya. Sayang sekali.

Dan publikasi negatif itu sudah membuahkan hasil. Sebuah undang-undang telah disahkan dan itu akan banyak mencanangkan pagar di dunia yang seharusnya lapang itu.

Ini bertentangan dengan konsep kebebasan di internet.

Ini akan membuat dunia internet di Indonesia berjalan mundur. Kemajuan yang saya harapkan akan perlahan tersendat sampai mencapai titik mati.

Sebuah institusi tidak berhak untuk mengatur dunia ini. Ini adalah sebuah komunitas, tidak ada pemimpin apalagi diktator. Polisi pun hanya sebatas menyergapi cyber crime dan pornografi anak, bukan pornografi umum.

Saya pendukung fanatik kemajuan lewat internet, baik dari segi individual maupun komunal. Ketika medium ini juga para penggunanya diberi nama buruk dan dibatasi gerak-geriknya, saya menjadi pesimis tentang masa depan negara ini.

Ide tidak sepatutnya dibatasi.

Biarlah ide berevolusi. Biarlah masyarakat belajar dan berkembang sendiri. Berikan mereka kebebasan untuk berekplorasi. Karena hanya dengan cara itulah mereka akan maju.

Tuhan telah mengkaruniai manusia kemampuan untuk memilih. Siapakah kita untuk berani mencabutnya?

http://katarangga.com/?p=39

Make a Comment

Make a Comment: ( None so far )

blockquote and a tags work here.

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...